Sabtu, 20 Agustus 2011
Jumat, 08 Juli 2011
Sabtu, 25 Juni 2011
Sabtu, 09 Oktober 2010
Whoever You Are (part 1)
yaaa... ini pertama kalinya aku ngebikin fanfic. dan bahasa koreaku masih ancur. haha, yang penting bikin dulu deh. kalau ada yang salah tolong diralat ya. bagi-bagi ilmu gitu deh, haha. oke ini ceritanya ^^
Aku melangkah memasuki mobil. Mobil yang kunaiki ini menuju sebuah rumah besar di Seoul. Setelah sampai akupun turun dan berjalan memasuki halaman rumah itu bersama orang yang mengantarku, Sang Rim-ssi. Aku memperhatikan sekeliling. Rumah ini terlihat sederhana tetapi tetap elit dan elegan. Kata Sang Rim-ssi pemilik rumah ini adalah anak-anak band yang sedang naik daun di Korea Selatan ini. Sejujurnya aku tidak tahu grup band apa ini. Maklum, aku tidak mengenal band dari luar negeriku. Band dari dalam negeri pun aku hanya tahu sedikit. Sampainya di depan pintu Sang Rim-ssi menekan bel. Tidak lama kemudian pintu pun terbuka. Seorang namja keluar dari dalam rumah.
“ Annyeong haseo,” kata Sang Rim-ssi.
“Annyeong haseo, Sang Rim-ssi,” jawab namja itu.
“ Ini dia yeoja yang akan membantumu dan yang lain,” Sang Rim-ssi menjelaskan.
“ Uwaa... cantiknya,” dia memujiku sambil tertawa kecil.
“ Kamsahamnida,” jawabku dengan agak malu.
“Aiya.. cheonmaneyo. Chonun Hong Ki imnida. Neon?”
“ Chonun Siti imnida, “ jawabku dengan suara tidak terlalu keras. Di negaraku Siti adalah nama yang jelek dan ndeso. Cocok untuk nama seorang pembantu. Aku tidak tahu apakah di sini namaku akan terkesan memalukan juga atau tidak.
“ Namamu Siti? Wow, nama yang unik. Belum pernah aku mendengar nama seperti itu, “ kali ini namaku yang dia puji. Aku tidak percaya dia suka namaku.
“ Kamsahamnida”
“ Ne Cheonmaneyo,”
Hening sesaat~
“ Umm, baiklah. Aku akan pulang, “ kata Sang Rim-ssi.
“ Oke, kamsahamnida Sang Rim-ssi,” kata Hong Ki.
“Kamsahamnida, ” ucapku juga.
“ Cheonmaneyo semuanya,” jawab Sang Rim-ssi lalu berbalik dan pergi meninggalkanku serta Hong Ki.
“ Oke, ayo masuk Siti. Pertama ayo ke kamarmu dulu,” Hong Ki mengajakku masuk. Kami berjalan menuju sebuah kamar. Sesampai di depan pintu Hong Ki membuka pintunya. Kami masuk dan aku melihat sekeliling. Kamar ini bagus dan luas, bahkan lengkap. Aku tidak percaya seorang pembantu sepertiku mendapatkan kamar sebagus ini.
“ Wow,” hanya itu yang bisa ku katakan.
“ Wae?” tanya Hong Ki.
“ Kamar ini bagus sekali. Benarkah ini kamar untukku?” aku masih tidak percaya.
“ Ne. Kamar ini punyamu. Aku dan yang lain tidak akan menganggapmu sebagai pembantu, Siti,” katanya.
“ Wae?” tanyaku heran mengapa mereka begitu baik padaku.
“ Karena kamu seorang yeoja dan kamu akan menjadi teman kami juga di sini. Kami tidak akan membiarkan seorang yeoja yang cantik tinggal di kamar yang jelek, “ jelasnya sambil tersenyum jail.
“ Uwa?” aku benar-benar tidak percaya.
“ Ah sudahlah. Sekarang tasmu taruh sini dulu,” Hong Ki mengambil tas yang ada di tanganku dan menaruhnya di samping tempat tidur, “ nah, sekarang ayo ku perkenalkan kamu dengan yang lain,” dia menarikku menuju sebuah ruangan. Dari dalam terdengar suara orang bercanda dan tertawa. Hong Ki membuka pintu dan kamipun memasuki ruangan itu. Di sana ada 4 namja beserta peralatan band. Mereka menempatkan diri pada posisi masing-masing. 2 namja memegang gitar, seorang namja duduk di belakang drum, dan seorang namja yang memegang alat seperti gitar tetapi hanya ada 4 senar yang besar besar. Mungkin itu yang dinamakan bass.
“ Annyeong!” sapa Hong Ki bersemangat hingga semua menatap ke arahku dan Hong Ki.
“ Annyeong hyung! Wah wah, siapa ini?” kata namja yang memegang bass.
“ Ini yeoja yang akan bantu-bantu kita,” jelas Hong Ki.
“ Annyeong haseo,” aku menyapa mereka.
“ Hei, kenalkan diri kalian,” suruh Hong Ki kepada yang lain.
“ Ne Hong Ki hyung. Chonun Jae Jin imnida,” kata pemegang bass tadi.
“ Chonun Seung Hyun imnida,” kata gitarisnya.
“ Chonun Min Hwan imnida,” kata drummer band ini.
“ Chonun Jong Hoon imnida,” kata gitaris yang satu lagi.
Mereka semua memperkenalkan diri dengan tersenyum manis, manis sekali. Mereka keren, tetapi juga cantik. Mungkin namja Korea memang cantik. Tetapi tetap saja mereka terlihat ganteng.
“Chonun Siti imnida,” ucapku sambil tersenyum juga.
“Siti? Nama yang lucu dan cantik, seperti orangnya,” kata Jong Hoon sambil tertawa jail.
“Tuh kan bener kataku,” kata Hong Ki padaku.
“ Aniyo~. Hajiman, kamsahamnida Jong Hoon-ssi geurigo Hong Ki-ssi,” aku menjawab dengan malu-malu. Mungkin kali ini wajahku memerah.
“ Jangan panggil pakai –ssi. Umurmu berapa sih?” kata Hong Ki.
“19,” jawabku.
“ Kalau gitu panggil aku dan Jong Hoon pakai oppa karena kami 20 tahun, panggil dia Jae Jin karena seumuran denganmu. Dan kau bisa memanggil yang lain hanya dengan nama karena mereka masih 17 tahun, “ Hong Ki menjelaskan.
“Hyung! Aku kan berumur 20 tahun besok Desember!” protes Jae Jin.
“Ne, hyung! Aku dan Seung Hyun juga akan berumur 18 tahun beberapa bulan lagi!” protes Min Hwan juga.
“ Tapi masih beberapa bulan lagi kan? Hahaha,” kata Hong Ki sambil tertawa licik.
“ Dasar hyung!!!” teriak Jae Jin dan Min Hwan bersamaan.
“ Hahaha. Kalian terima aja dong. Kayak Seung Hyun tu lho nggak protes,”
“ Seung Hyun! Ayo ikut protes!” ajak Jae Jin.
“ Oke oke. HONG KI HYUUUUNG! AKU PROTES!! Udah kan?” kata Seung Hyun.
“Ah protes kok kayak gitu sih,dasar Seung Hyun,” kata Min Hwan.
Aku hanya tersenyum kecil melihat tingkah mereka. Mereka benar- benar kocak. Mereka juga baik. Bahkan tadi saat Hong Ki oppa (wah, aku harus membiasakan diri memanggilnya oppa) memperkenalkanku kepada yang lain, dia tidak seperti memperkenalkan seorang pembantu, tetapi seorang teman yang akan numpang di rumah mereka.
“ Hei sudah, jangan bikin malu di depan yeoja yang cantik ini,” tegur Jong Hoon sambil masih memujiku. Lalu Hong Ki, Jae Jin, dan Min Hwan serempak menoleh ke arah Jong Hoon.
“ Gurae leader-shii,” kata mereka serempak.
“ Leader-shii?” aku tidak mengerti maksudnya. Aku tidak begitu mengerti bahasa inggris. Aku tahu bahasa korea hanya karena aku akan menjadi TKW di korea.
“Ne, dia pemimpin band kami, FT Island. Dia hyung yang baik. Tidak seperti Hong Ki hyung, ” jelas Min Hwan sambil menatapku lalu menjulurkan lidah ke arah Hongki.
“Mwoh?Min Hwan awas kau ya!” kata Hong Ki pura-pura marah.
“Week, week,” Min Hwan masih menjulurkan lidah ke Hong Ki oppa.
“ Aiyaya, sudahlah. Hentikan Hong Ki, Min Hwan,” tegur Jong Hoon
lagi. Merekapun berhenti bermain-main.
“ Wow,” aku mengatakannya dengan pelan hingga yang lain tidak mendengar. Biasanya leader sebuah band adalah vocalisnya. Tapi Jong Hoon adalah gitaris, dan itu tidak mempengaruhi jiwa leadernya. Sepertinya dia leader yang baik.
“ Oh iya, kapan kamu ulang tahun?” tanya Jae Jin.
“ Eh? Na? Bulan ini kok. Hehe,” jawabku masih agak malu.
“ Waa! Ayo besok kita rayain bareng! Ayo ayo!” kata Min Hwan sambil bergaya seperti anak kecil.
“Ehehe,” aku hanya tertawa kecil.
“ Tanggal berapa?” tanya Jong Hoon.
“ Tanggal 17. Tepat pada saat ulang tahun negaraku,”
“ Wah hebat! Kamu dari negara mana sih?” tanya Seung Hyun.
“ Indonesia,” jawabku.
“ Indonesia? Bukankah kita pernah ke sana?” tanya Jong Hoon pada yang lain.
“ Eh? Kapan? Tahun ini?” Jae Jin kembali bertanya pada Jong Hoon.
“ Ne. Kalo tidak salah bulan Januari kok,” jawabnya.
“Ah? Benarkah?” sahut Hong Ki.
Hening sesaat~
“AHA!” teriak Min Hwan sambil berdiri hingga membuat kursi yang didudukinya jatuh dan semua kaget, termasuk aku.
“ MIN HWAAAN! Jangan bikin kaget gitu dong!” protes Jae Jin.
“ Mian hyung, hehe. Habis aku inget waktu ke Indonesia sih,” katanya sambil membenarkan kursi dan kembali duduk.
“ Benarkah?” tanya Hong Ki.
“ Ne Hong Ki hyung. Kalo nggak salah di Jakarta,” kata Min Hwan.
“ Ah iya, Jakarta ibukota Indonesia,” jelasku pada mereka.
“ Oh iya aku ingat! Tapi kita nggak manggung di sana,” kata Jong Hoon.
“ Hmm, gurae..” Jae Jin menimpali.
“ Apa kamu tinggal di Jakarta, Siti?” tanya Jong Hoon.
“ Ne. Hajiman, aku bukan asli dari Jakarta, ‘ jawabku.
“ Terus kamu aslinya dari mana?” tanya Seung Hyun.
“ Dari Yogyakarta. Mungkin kalian nggak begitu kenal sama tempat ini,”
“ Ooo. Aku emang nggak tau, haha. Dimana sih itu?” tanya Seung Hyun lagi.
“ Masih sama-sama di Jawa kayak Jakarta. Cuman Yogyakarta itu jauh dari Jakarta. Keadaannya juga beda, lebih asri di Yogya. Yogya nggak seramai dan semacet Jakarta. Lebih banyak pohon dan lebih sedikit kendaraan. Apa lagi di desaku. Di Yogya banyak tempat pariwisata yang bagus lagi. Kayak candi, pantai, dll.” jelasku.
“ Uwaa.. hyung kapan-kapan ke sana yuk, haha,” usul Min Hwan.
“ Iya, bikin video clip di sana,” kata Hong Ki bersemangat.
“ Terus kenapa kamu ke Jakarta yang lebih ramai?” tanya Jong Hoon.
“ Karena aku mendaftar untuk jadi TKW. Makanya aku bisa sampai sini,” jawabku.
“TKW? Apa itu?” tanya Jae Jin.
“ Gurae, TKW. Pembantu tapi yeoja. Yeoja yang jadi pembantu di luar negeri. Kayak aku.”
“ Oo..” kata Jae Jin.
“ Hei, apakah kalian mau besok ku buatkan masakan indonesia?” tiba-tiba ide itu muncul di otakku.
“ Mau mau mau! Apakah makanan di sana enak? Kamu mau masak apa? Apakah ada ayamnya? Aku mau ayam! Di kulkas ada ayam!” tanya Min Hwan sambil kegirangan hingga sekali lagi dia menjatuhkan kursinya. Kami semua pun tertawa.
“ Dasar Min Hwan! Pikiranmu makanan dan ayam terus,” kata Jong Hoon sambil tertawa.
“ Ahaha. Makanan di sana enak kok. Sebenarnya aku akan memasakkan sayur asem untuk kalian. Tetapi karena Min Hwan ingin ayam, aku akan buatkan gudeg dan tempe garit untuk kalian,” kataku.
“ Uwaa... enak enak enak. Aku belum pernah dengar sayur asem. Mungkin kamu bisa buatkan itu untuk besok. Apakah gudeg itu seperti semur ayam?” kata Min Hwan lagi.
“ Tentu kamu belum pernah dengar sayur asem. Itu kan khas Indonesia. Gudeg itu bukan semur ayam. Gudeg adalah sayur yang bahan utamanya gori, tapi bisa di tambahkan ayam. Kalau sayur asem nggak bisa. Cuma bisa di tambahin ayam goreng, kan nggak seru tuh,” jelasku.
“ Ayayay! Asyik asyik! Siti baik, Siti baik! Saranghae Siti-a!” Min Hwan makin kegirangan.
“ Heh?” hanya itu yang bisa kuucapkan karena kaget Min Hwan bilang ‘saranghae’ padaku.
“ Hiah dasar Min Hwan. Kalau ada maunya baru muji-muji sampai bilang saranghae,” kata Jae Jin.
“ Biarin week. Siti emang baik kok,nggak kayak Jae Jin hyung!” kata Min Hwan ke Jae Jin sambil menjulurkan lidah.
“ Terserah deh,” kata Jae Jin lagi.
“ Aih sudahlah,” lerai Jong Hoon.
Hening lagi~
Jong Hoon pun melihat ke arah jam dinding. Ternyata sekarang sudah pukul 9 malam. Gara-gara keasyikkan ngobrol jadi lupa waktu. Semua pun kembali ke kamar kecuali Jong Hoon. Dia mengantarku ke kamar. Maklum, aku masih asing sama rumah ini. Kami berjalan dalam keheningan. Hingga kami sampai di depan pintu kamarku.
“ Kamsahamnida Jong Hoon-ssi,” kataku membuka pembicaraan.
“ Jong Hoon oppa, Siti,” ralat Jong hoon.
“ Ah, ne. Kamsahamnida Jong Hoon oppa,” aku mengatakannya sambil agak malu karena belum terbiasa memanggilnya oppa.
“ Cheonmaneyo, Siti. Oppa gibun johajyeosseo, haha. Annyeonghi jumushipsiyo,” kata Jong Hoon.
“ Haha. Annyeonghi jumushipsiyo,” jawabku.
Jong Hoon pun berbalik dan meninggalkanku untuk kembali ke kamarnya. Aku pun juga masuk ke kamar dan menata barang-barangku. Aku membawa beberapa makanan dan bahan makanan dari Indonesia. Mungkin besok aku akan memasakkannya untuk mereka. Setelah selesai akupun segera mandi dan berusaha tidur.
Untuk beberapa saat aku masih belum bisa tidur. Aku masih percaya tidak percaya bisa ada disini. Aku yang hanyalah seorang gadis desa lulusan SMA bisa serumah dengan artis Korea yang mungkin di Indonesia juga sedang naik daun. Mungkin aku hanya pembantu mereka. Tapi sikap baik mereka membuatku merasa seperti bukan pembantu, tetapi tamu. Tetapi tetap saja aku hanya lulusan SMA. Yah, aku memang bisa bahasa korea, tapi itu karena aku akan menjadi TKW di Korea Selatan ini. Mungkin kali ini aku memang beruntung. Yeoja yang sedang beruntung.
Bersambung...
Aku melangkah memasuki mobil. Mobil yang kunaiki ini menuju sebuah rumah besar di Seoul. Setelah sampai akupun turun dan berjalan memasuki halaman rumah itu bersama orang yang mengantarku, Sang Rim-ssi. Aku memperhatikan sekeliling. Rumah ini terlihat sederhana tetapi tetap elit dan elegan. Kata Sang Rim-ssi pemilik rumah ini adalah anak-anak band yang sedang naik daun di Korea Selatan ini. Sejujurnya aku tidak tahu grup band apa ini. Maklum, aku tidak mengenal band dari luar negeriku. Band dari dalam negeri pun aku hanya tahu sedikit. Sampainya di depan pintu Sang Rim-ssi menekan bel. Tidak lama kemudian pintu pun terbuka. Seorang namja keluar dari dalam rumah.
“ Annyeong haseo,” kata Sang Rim-ssi.
“Annyeong haseo, Sang Rim-ssi,” jawab namja itu.
“ Ini dia yeoja yang akan membantumu dan yang lain,” Sang Rim-ssi menjelaskan.
“ Uwaa... cantiknya,” dia memujiku sambil tertawa kecil.
“ Kamsahamnida,” jawabku dengan agak malu.
“Aiya.. cheonmaneyo. Chonun Hong Ki imnida. Neon?”
“ Chonun Siti imnida, “ jawabku dengan suara tidak terlalu keras. Di negaraku Siti adalah nama yang jelek dan ndeso. Cocok untuk nama seorang pembantu. Aku tidak tahu apakah di sini namaku akan terkesan memalukan juga atau tidak.
“ Namamu Siti? Wow, nama yang unik. Belum pernah aku mendengar nama seperti itu, “ kali ini namaku yang dia puji. Aku tidak percaya dia suka namaku.
“ Kamsahamnida”
“ Ne Cheonmaneyo,”
Hening sesaat~
“ Umm, baiklah. Aku akan pulang, “ kata Sang Rim-ssi.
“ Oke, kamsahamnida Sang Rim-ssi,” kata Hong Ki.
“Kamsahamnida, ” ucapku juga.
“ Cheonmaneyo semuanya,” jawab Sang Rim-ssi lalu berbalik dan pergi meninggalkanku serta Hong Ki.
“ Oke, ayo masuk Siti. Pertama ayo ke kamarmu dulu,” Hong Ki mengajakku masuk. Kami berjalan menuju sebuah kamar. Sesampai di depan pintu Hong Ki membuka pintunya. Kami masuk dan aku melihat sekeliling. Kamar ini bagus dan luas, bahkan lengkap. Aku tidak percaya seorang pembantu sepertiku mendapatkan kamar sebagus ini.
“ Wow,” hanya itu yang bisa ku katakan.
“ Wae?” tanya Hong Ki.
“ Kamar ini bagus sekali. Benarkah ini kamar untukku?” aku masih tidak percaya.
“ Ne. Kamar ini punyamu. Aku dan yang lain tidak akan menganggapmu sebagai pembantu, Siti,” katanya.
“ Wae?” tanyaku heran mengapa mereka begitu baik padaku.
“ Karena kamu seorang yeoja dan kamu akan menjadi teman kami juga di sini. Kami tidak akan membiarkan seorang yeoja yang cantik tinggal di kamar yang jelek, “ jelasnya sambil tersenyum jail.
“ Uwa?” aku benar-benar tidak percaya.
“ Ah sudahlah. Sekarang tasmu taruh sini dulu,” Hong Ki mengambil tas yang ada di tanganku dan menaruhnya di samping tempat tidur, “ nah, sekarang ayo ku perkenalkan kamu dengan yang lain,” dia menarikku menuju sebuah ruangan. Dari dalam terdengar suara orang bercanda dan tertawa. Hong Ki membuka pintu dan kamipun memasuki ruangan itu. Di sana ada 4 namja beserta peralatan band. Mereka menempatkan diri pada posisi masing-masing. 2 namja memegang gitar, seorang namja duduk di belakang drum, dan seorang namja yang memegang alat seperti gitar tetapi hanya ada 4 senar yang besar besar. Mungkin itu yang dinamakan bass.
“ Annyeong!” sapa Hong Ki bersemangat hingga semua menatap ke arahku dan Hong Ki.
“ Annyeong hyung! Wah wah, siapa ini?” kata namja yang memegang bass.
“ Ini yeoja yang akan bantu-bantu kita,” jelas Hong Ki.
“ Annyeong haseo,” aku menyapa mereka.
“ Hei, kenalkan diri kalian,” suruh Hong Ki kepada yang lain.
“ Ne Hong Ki hyung. Chonun Jae Jin imnida,” kata pemegang bass tadi.
“ Chonun Seung Hyun imnida,” kata gitarisnya.
“ Chonun Min Hwan imnida,” kata drummer band ini.
“ Chonun Jong Hoon imnida,” kata gitaris yang satu lagi.
Mereka semua memperkenalkan diri dengan tersenyum manis, manis sekali. Mereka keren, tetapi juga cantik. Mungkin namja Korea memang cantik. Tetapi tetap saja mereka terlihat ganteng.
“Chonun Siti imnida,” ucapku sambil tersenyum juga.
“Siti? Nama yang lucu dan cantik, seperti orangnya,” kata Jong Hoon sambil tertawa jail.
“Tuh kan bener kataku,” kata Hong Ki padaku.
“ Aniyo~. Hajiman, kamsahamnida Jong Hoon-ssi geurigo Hong Ki-ssi,” aku menjawab dengan malu-malu. Mungkin kali ini wajahku memerah.
“ Jangan panggil pakai –ssi. Umurmu berapa sih?” kata Hong Ki.
“19,” jawabku.
“ Kalau gitu panggil aku dan Jong Hoon pakai oppa karena kami 20 tahun, panggil dia Jae Jin karena seumuran denganmu. Dan kau bisa memanggil yang lain hanya dengan nama karena mereka masih 17 tahun, “ Hong Ki menjelaskan.
“Hyung! Aku kan berumur 20 tahun besok Desember!” protes Jae Jin.
“Ne, hyung! Aku dan Seung Hyun juga akan berumur 18 tahun beberapa bulan lagi!” protes Min Hwan juga.
“ Tapi masih beberapa bulan lagi kan? Hahaha,” kata Hong Ki sambil tertawa licik.
“ Dasar hyung!!!” teriak Jae Jin dan Min Hwan bersamaan.
“ Hahaha. Kalian terima aja dong. Kayak Seung Hyun tu lho nggak protes,”
“ Seung Hyun! Ayo ikut protes!” ajak Jae Jin.
“ Oke oke. HONG KI HYUUUUNG! AKU PROTES!! Udah kan?” kata Seung Hyun.
“Ah protes kok kayak gitu sih,dasar Seung Hyun,” kata Min Hwan.
Aku hanya tersenyum kecil melihat tingkah mereka. Mereka benar- benar kocak. Mereka juga baik. Bahkan tadi saat Hong Ki oppa (wah, aku harus membiasakan diri memanggilnya oppa) memperkenalkanku kepada yang lain, dia tidak seperti memperkenalkan seorang pembantu, tetapi seorang teman yang akan numpang di rumah mereka.
“ Hei sudah, jangan bikin malu di depan yeoja yang cantik ini,” tegur Jong Hoon sambil masih memujiku. Lalu Hong Ki, Jae Jin, dan Min Hwan serempak menoleh ke arah Jong Hoon.
“ Gurae leader-shii,” kata mereka serempak.
“ Leader-shii?” aku tidak mengerti maksudnya. Aku tidak begitu mengerti bahasa inggris. Aku tahu bahasa korea hanya karena aku akan menjadi TKW di korea.
“Ne, dia pemimpin band kami, FT Island. Dia hyung yang baik. Tidak seperti Hong Ki hyung, ” jelas Min Hwan sambil menatapku lalu menjulurkan lidah ke arah Hongki.
“Mwoh?Min Hwan awas kau ya!” kata Hong Ki pura-pura marah.
“Week, week,” Min Hwan masih menjulurkan lidah ke Hong Ki oppa.
“ Aiyaya, sudahlah. Hentikan Hong Ki, Min Hwan,” tegur Jong Hoon
lagi. Merekapun berhenti bermain-main.
“ Wow,” aku mengatakannya dengan pelan hingga yang lain tidak mendengar. Biasanya leader sebuah band adalah vocalisnya. Tapi Jong Hoon adalah gitaris, dan itu tidak mempengaruhi jiwa leadernya. Sepertinya dia leader yang baik.
“ Oh iya, kapan kamu ulang tahun?” tanya Jae Jin.
“ Eh? Na? Bulan ini kok. Hehe,” jawabku masih agak malu.
“ Waa! Ayo besok kita rayain bareng! Ayo ayo!” kata Min Hwan sambil bergaya seperti anak kecil.
“Ehehe,” aku hanya tertawa kecil.
“ Tanggal berapa?” tanya Jong Hoon.
“ Tanggal 17. Tepat pada saat ulang tahun negaraku,”
“ Wah hebat! Kamu dari negara mana sih?” tanya Seung Hyun.
“ Indonesia,” jawabku.
“ Indonesia? Bukankah kita pernah ke sana?” tanya Jong Hoon pada yang lain.
“ Eh? Kapan? Tahun ini?” Jae Jin kembali bertanya pada Jong Hoon.
“ Ne. Kalo tidak salah bulan Januari kok,” jawabnya.
“Ah? Benarkah?” sahut Hong Ki.
Hening sesaat~
“AHA!” teriak Min Hwan sambil berdiri hingga membuat kursi yang didudukinya jatuh dan semua kaget, termasuk aku.
“ MIN HWAAAN! Jangan bikin kaget gitu dong!” protes Jae Jin.
“ Mian hyung, hehe. Habis aku inget waktu ke Indonesia sih,” katanya sambil membenarkan kursi dan kembali duduk.
“ Benarkah?” tanya Hong Ki.
“ Ne Hong Ki hyung. Kalo nggak salah di Jakarta,” kata Min Hwan.
“ Ah iya, Jakarta ibukota Indonesia,” jelasku pada mereka.
“ Oh iya aku ingat! Tapi kita nggak manggung di sana,” kata Jong Hoon.
“ Hmm, gurae..” Jae Jin menimpali.
“ Apa kamu tinggal di Jakarta, Siti?” tanya Jong Hoon.
“ Ne. Hajiman, aku bukan asli dari Jakarta, ‘ jawabku.
“ Terus kamu aslinya dari mana?” tanya Seung Hyun.
“ Dari Yogyakarta. Mungkin kalian nggak begitu kenal sama tempat ini,”
“ Ooo. Aku emang nggak tau, haha. Dimana sih itu?” tanya Seung Hyun lagi.
“ Masih sama-sama di Jawa kayak Jakarta. Cuman Yogyakarta itu jauh dari Jakarta. Keadaannya juga beda, lebih asri di Yogya. Yogya nggak seramai dan semacet Jakarta. Lebih banyak pohon dan lebih sedikit kendaraan. Apa lagi di desaku. Di Yogya banyak tempat pariwisata yang bagus lagi. Kayak candi, pantai, dll.” jelasku.
“ Uwaa.. hyung kapan-kapan ke sana yuk, haha,” usul Min Hwan.
“ Iya, bikin video clip di sana,” kata Hong Ki bersemangat.
“ Terus kenapa kamu ke Jakarta yang lebih ramai?” tanya Jong Hoon.
“ Karena aku mendaftar untuk jadi TKW. Makanya aku bisa sampai sini,” jawabku.
“TKW? Apa itu?” tanya Jae Jin.
“ Gurae, TKW. Pembantu tapi yeoja. Yeoja yang jadi pembantu di luar negeri. Kayak aku.”
“ Oo..” kata Jae Jin.
“ Hei, apakah kalian mau besok ku buatkan masakan indonesia?” tiba-tiba ide itu muncul di otakku.
“ Mau mau mau! Apakah makanan di sana enak? Kamu mau masak apa? Apakah ada ayamnya? Aku mau ayam! Di kulkas ada ayam!” tanya Min Hwan sambil kegirangan hingga sekali lagi dia menjatuhkan kursinya. Kami semua pun tertawa.
“ Dasar Min Hwan! Pikiranmu makanan dan ayam terus,” kata Jong Hoon sambil tertawa.
“ Ahaha. Makanan di sana enak kok. Sebenarnya aku akan memasakkan sayur asem untuk kalian. Tetapi karena Min Hwan ingin ayam, aku akan buatkan gudeg dan tempe garit untuk kalian,” kataku.
“ Uwaa... enak enak enak. Aku belum pernah dengar sayur asem. Mungkin kamu bisa buatkan itu untuk besok. Apakah gudeg itu seperti semur ayam?” kata Min Hwan lagi.
“ Tentu kamu belum pernah dengar sayur asem. Itu kan khas Indonesia. Gudeg itu bukan semur ayam. Gudeg adalah sayur yang bahan utamanya gori, tapi bisa di tambahkan ayam. Kalau sayur asem nggak bisa. Cuma bisa di tambahin ayam goreng, kan nggak seru tuh,” jelasku.
“ Ayayay! Asyik asyik! Siti baik, Siti baik! Saranghae Siti-a!” Min Hwan makin kegirangan.
“ Heh?” hanya itu yang bisa kuucapkan karena kaget Min Hwan bilang ‘saranghae’ padaku.
“ Hiah dasar Min Hwan. Kalau ada maunya baru muji-muji sampai bilang saranghae,” kata Jae Jin.
“ Biarin week. Siti emang baik kok,nggak kayak Jae Jin hyung!” kata Min Hwan ke Jae Jin sambil menjulurkan lidah.
“ Terserah deh,” kata Jae Jin lagi.
“ Aih sudahlah,” lerai Jong Hoon.
Hening lagi~
Jong Hoon pun melihat ke arah jam dinding. Ternyata sekarang sudah pukul 9 malam. Gara-gara keasyikkan ngobrol jadi lupa waktu. Semua pun kembali ke kamar kecuali Jong Hoon. Dia mengantarku ke kamar. Maklum, aku masih asing sama rumah ini. Kami berjalan dalam keheningan. Hingga kami sampai di depan pintu kamarku.
“ Kamsahamnida Jong Hoon-ssi,” kataku membuka pembicaraan.
“ Jong Hoon oppa, Siti,” ralat Jong hoon.
“ Ah, ne. Kamsahamnida Jong Hoon oppa,” aku mengatakannya sambil agak malu karena belum terbiasa memanggilnya oppa.
“ Cheonmaneyo, Siti. Oppa gibun johajyeosseo, haha. Annyeonghi jumushipsiyo,” kata Jong Hoon.
“ Haha. Annyeonghi jumushipsiyo,” jawabku.
Jong Hoon pun berbalik dan meninggalkanku untuk kembali ke kamarnya. Aku pun juga masuk ke kamar dan menata barang-barangku. Aku membawa beberapa makanan dan bahan makanan dari Indonesia. Mungkin besok aku akan memasakkannya untuk mereka. Setelah selesai akupun segera mandi dan berusaha tidur.
Untuk beberapa saat aku masih belum bisa tidur. Aku masih percaya tidak percaya bisa ada disini. Aku yang hanyalah seorang gadis desa lulusan SMA bisa serumah dengan artis Korea yang mungkin di Indonesia juga sedang naik daun. Mungkin aku hanya pembantu mereka. Tapi sikap baik mereka membuatku merasa seperti bukan pembantu, tetapi tamu. Tetapi tetap saja aku hanya lulusan SMA. Yah, aku memang bisa bahasa korea, tapi itu karena aku akan menjadi TKW di Korea Selatan ini. Mungkin kali ini aku memang beruntung. Yeoja yang sedang beruntung.
Bersambung...
Sabtu, 07 Agustus 2010
Lirik Mardoobsi(말도 없이)
Hwaaaa sedang gila korea(?).dari bbf(boys before flowers) ke hib(he is beautiful),trus katanya mau ada drama asia baru lagi!(yang berarti hib dah mau tamat ).wah benar benar gila.apa lagi ya habis ini?hah tapi di hib aku suka lagu yang dinyanyiin ulang sama gominyu(gominam palsu).judulnya ‘Mardoobsi’.kalo tulisan koreanya말도 없이.naaah karna itu saya jadi cari liriknya.tapi nggak ketemu ketemu.yang ketemu Cuma versi hangeulnya.huh apa boleh buat,tak copas aja tuh lirik yang masih versi hangeul.dan dengan bermodal sedikit ilmu tentang tulisan hangeul,saya mencoba mentranslate tuh lirik.daaaaaaaaaaaaan,beginilah hasilnya!
말도 없이 (Mardoobshi) by 나인 스트릿 (9th STREET)
하지말걸 그랬어 모른척 해버릴걸
Hajimarkor geraesso morenchog haeborirkor
안보이는 것처럼 볼수없는 것처럼
Anboinen koshchorom borshuobshnen koshchorom
널 아예 보지말 걸 그랬나봐
Nor aye bojimar kor geraessnabwa
도망칠 걸 그랬어 못들은척 그럴걸
Domangchir kar geraesso moshderenchog gerorkor
듣지도 못하는 척 들을 수 없는 것처럼 아예네
Dadjido moshhanen chog derer shu abshnen koshchorom ayene
사랑 듣지 않을 걸
Sharang dedji anher kor
말도없이 사랑을 알게 하고 말도 없이 사랑을내게 주고
Mardoobsi sharanger arke hago mardo obsi sharanger naeke jugo
숨결 하나조차 널 담게 해놓고 이렇게 도망가니까
Shumkyor hanajocha nor damke haenohgo irahke domangkanika
말도없이 사랑이 나를떠나 말도없이 사랑이 나를 버려
Mardoobsi sharangi narertona mardoobsi sharangi narer boryo
무슨 말을 할지 다문 입이 혼자서 놀란것 같아
Mushen marer harji damun imi honjasho norlankosh katha
말도 없이 와서
Mardo obshi washo
왜 이렇게 아픈지 왜 자꾸만 아픈지
Ae irohke aphenji ae jakuman aphenji
널 볼수 없다는거 네가 없다는거 말고
Nor borsu obshdanenko neka obshdanenko margo
모두 예전과 똑같은건데
Modu yejongwa togkathenkondae
말도없이 사랑을 알게 하고 말도없이 사랑을 내게주고
Mardoobshi saranger arke hago mardoobshi saranger naekejugo
숨결 하나조차 널 담게 해놓고 이렇게 도망가니까
Shumkyor hanajocha nor damke haenohgo irohke domangkanika
말도없이 사랑이 나를떠나 말동벗이 사랑이 나를버려
Mardoobsi sharangi narertona mardongboshi sharangi narerboryo
무슨말을 할지 다문입이 혼자서 놀란것 같아
Mushenmarer harji damunimi honjasho norlankosh katha
말도없이 눈물이 흘러내려 말도없이 가슴이 무너져가
Mardoobshi nunmuri herlonaeryo mardoobshi kashemi munojyoka
말도없는 사랑을 기다리고 말도없는 사랑을 아파하고
Mardoobnen sharanger kidarigo mardoobnen saranger aphahago
넋이 나가버려 바보가 되버려 하늘만 보고 우니까
Nonshi nakaboryo baboka dwiboryo hanerman pogo unika
말도없이 이별이 나를찾아 말도없이 이별이 내게와서
Mardoobshi ibyori narerchaja mardoobsi ibyori naekewasho
준비도 못하고 너를 보내야하는 내맘이 놀란것 같아
Junbido moshhago norer bonaeyahanen naemami norlankosh katha
말도없이 와서
Mardoobshi washo
말도없이 왔다가 말도없이 떠나는
Mardoobshi wassdaka mardoobshi tonanen
지나간 열병처럼 잠시 아프면 되나봐 자꾸 흉터만 남게되니까
Jinakan yarbyangchorom jamshi aphemyon dwinabwa jaku hyungthoman namkedwinika
Hah,begitulah hasil translatean saya SENDIRI.sumpah nggak dibantu siapapun kecuali lagu itu sendiri!(wehehe,pamer dikit ya.wkwk).emang sih yang awal awal rada nggak meyakinkan.tapi 90% insyaAllah bener dah :D
Oke,cuma mau posting itu.
Dztyonghwageunseok-is out now!salam korea!-keranjingan korea-
말도 없이 (Mardoobshi) by 나인 스트릿 (9th STREET)
하지말걸 그랬어 모른척 해버릴걸
Hajimarkor geraesso morenchog haeborirkor
안보이는 것처럼 볼수없는 것처럼
Anboinen koshchorom borshuobshnen koshchorom
널 아예 보지말 걸 그랬나봐
Nor aye bojimar kor geraessnabwa
도망칠 걸 그랬어 못들은척 그럴걸
Domangchir kar geraesso moshderenchog gerorkor
듣지도 못하는 척 들을 수 없는 것처럼 아예네
Dadjido moshhanen chog derer shu abshnen koshchorom ayene
사랑 듣지 않을 걸
Sharang dedji anher kor
말도없이 사랑을 알게 하고 말도 없이 사랑을내게 주고
Mardoobsi sharanger arke hago mardo obsi sharanger naeke jugo
숨결 하나조차 널 담게 해놓고 이렇게 도망가니까
Shumkyor hanajocha nor damke haenohgo irahke domangkanika
말도없이 사랑이 나를떠나 말도없이 사랑이 나를 버려
Mardoobsi sharangi narertona mardoobsi sharangi narer boryo
무슨 말을 할지 다문 입이 혼자서 놀란것 같아
Mushen marer harji damun imi honjasho norlankosh katha
말도 없이 와서
Mardo obshi washo
왜 이렇게 아픈지 왜 자꾸만 아픈지
Ae irohke aphenji ae jakuman aphenji
널 볼수 없다는거 네가 없다는거 말고
Nor borsu obshdanenko neka obshdanenko margo
모두 예전과 똑같은건데
Modu yejongwa togkathenkondae
말도없이 사랑을 알게 하고 말도없이 사랑을 내게주고
Mardoobshi saranger arke hago mardoobshi saranger naekejugo
숨결 하나조차 널 담게 해놓고 이렇게 도망가니까
Shumkyor hanajocha nor damke haenohgo irohke domangkanika
말도없이 사랑이 나를떠나 말동벗이 사랑이 나를버려
Mardoobsi sharangi narertona mardongboshi sharangi narerboryo
무슨말을 할지 다문입이 혼자서 놀란것 같아
Mushenmarer harji damunimi honjasho norlankosh katha
말도없이 눈물이 흘러내려 말도없이 가슴이 무너져가
Mardoobshi nunmuri herlonaeryo mardoobshi kashemi munojyoka
말도없는 사랑을 기다리고 말도없는 사랑을 아파하고
Mardoobnen sharanger kidarigo mardoobnen saranger aphahago
넋이 나가버려 바보가 되버려 하늘만 보고 우니까
Nonshi nakaboryo baboka dwiboryo hanerman pogo unika
말도없이 이별이 나를찾아 말도없이 이별이 내게와서
Mardoobshi ibyori narerchaja mardoobsi ibyori naekewasho
준비도 못하고 너를 보내야하는 내맘이 놀란것 같아
Junbido moshhago norer bonaeyahanen naemami norlankosh katha
말도없이 와서
Mardoobshi washo
말도없이 왔다가 말도없이 떠나는
Mardoobshi wassdaka mardoobshi tonanen
지나간 열병처럼 잠시 아프면 되나봐 자꾸 흉터만 남게되니까
Jinakan yarbyangchorom jamshi aphemyon dwinabwa jaku hyungthoman namkedwinika
Hah,begitulah hasil translatean saya SENDIRI.sumpah nggak dibantu siapapun kecuali lagu itu sendiri!(wehehe,pamer dikit ya.wkwk).emang sih yang awal awal rada nggak meyakinkan.tapi 90% insyaAllah bener dah :D
Oke,cuma mau posting itu.
Dztyonghwageunseok-is out now!salam korea!-keranjingan korea-
Kamis, 17 Juni 2010
Olala...
I’m back!haha.lama tak posting.udah pengen bangeeet posting,akhirnya bisa posting juga :D
First, i wanna say something.Tuesday, 8th June 2010 is my birthday.but, nggak ada kejadian seru di hari itu.it isn’t a special day.yayay,jelas lebih seru taun lalu.apalagi taun kemarinnya lagi.amat sangat teramat seru sekali benget soooooo very very much.
XD
Sebenernya aku juga lupa apa serunya taun kemarin.yang jelas taun kemarinnya lagi(pas aku lulusan),sumpah,seru and special booook!A VERY SPECIAL BIRTHDAY FOR ME!wanna know why?i’ll tell the story!
Pada suatu hari,di sebuah istana waktu aku kelas 6(aku lupa udah pengumuman nem apa belum),di suatu sore pada tanggal 7 Juni 2010 semua anak” kelas 6 di sebuah SD yang sangat terkenal dan berada di di sebuah desa di sebuah kecamatan di sebuah kabupaten di sebuah kota pelajar(haah kesuwen) yang bernama SD Negeri Maguwoharjo I berkemah di sekolah untuk sebuah acara yaitu pelantikan presiden dan wakil presiden penggalang ramu(wesh,formal amat bahasanya).gilak,pas malem pelantikan aku lupa bawa topi(atau hasduk?)!akhirnya disuruh muterin lapangan berapa kali gituh.untung aja ada temenya :D (fuh!).nah, pas tengah malem(atau HAMPIR tengah malem ya?) kita ada acara......apa ya namanya?lupa saya.pokoknya kita semua pada suruh ngumpul di suatu tempat(di halaman gedung selatan sdku,lupa namya gedung apa.kayak buat kuliah gitu kayaknya,ada yang tau namanya apa?).terus kakak pembinanya cerita bla bla bla tentang ibu kita.semua HARUS*mekso* nangis.ada temenku toh yang nggak nangis, di di paksa nangis.dipukul” sampe nangis.mukulnya*kayaknya* keras euy!(S-A-D-I-S).*lanjuuut*
Habis itu kita di suruh merem alias tutup mata and digiring..
:D : yang “this is disco lazy time”(dengan niru gaya giring nidji)itu kan?asik dong ketemu artis!*bodoh
--“ : ini digiring dudul,bukan ketemu giring nidji !
:D : oh gitu ya?nggak jadi ketemu artis dong(dengan ekspresi sedih dan sangat polos sekali)
*lanjut!*
Ke lapangan per beberapa orang(sepuluh bukan?).nanti pegang pundaknya temen di depannya trus ikutin.yang paling depan ngikutin arah suara kakak pembinanya.terus kita dibarisin jejer-jejer.ada brapa pleton, gitu.itu puncak pelantikan.pelantikannya dengan cara disiram air(sedikit lho,nggak banyak-banyak.klebus nek banyak-,-).pas di siramnya kita masih di suruh merem.tapi aku rada ngintip sih..hoho(nggak cuma aku lho!)pas buka mata,di depan kita ada lilin di susun melingkar.baguuus banget(aaaaaa!kangen deh saat saat itu T^T).oh ya,sebelum pelantikan ini,ada ujian tertulis.ujiannya malem malem euy!mana susuah lagi-___- *lanjuuuut*
Habis pelantikan,kita di suruh ketenda masing” and of course,T-I-D-U-R.tapi kelompokku banyak yang pada belum ngantuk.kita pada asik ngapaiiin gitu.sampe sampe kita di marahin.
KP*kakak pembina*: ayo pada tidur,udah malem.
Me*bilang sama temen”: malem?pagi kalik –a(udah jam 2an lah)
aku lupa habis itu kami tidur apa tidak.yang jelas pada puncaknyaaa yang aku lupa jam berapa yang jelas belum ada jam 5(atau malah belum nyampe jam 4?),temen temen yang pada masih bangun pada berusaha ngerjain aku dengan cara memutungi saya(dan sangat keliatan sekali le ngapusi).of course,aku tau apa maksud mereka.karna mereka nggak berhasil ngerjain,mereka langsung said HAPPY BIRTHDAY to me(aku lupa bilangnya happy birthday apa met ultah atau apalah mboh).yeah,kita rame lagi deh dan dimarahin LAGI.tapi kalo kali ini kita langsung nurut aja(dari pada di marahin lagi,orang udah sampe diancem apa gitu).huaaah,paginya aku pulang dengan perasaan amat teramat sangat very heppy so much sekali!!!
TEMEN TEMEEEEEEEEEEEEEEEN!!!!!!AKU JADI KANGEN KALIAN LAGIIII!kapan reuni nih?????
XDXDXDXDXDXDXDXDXD
Back to 8 Juni 2010!sepi sekali ultahku.mana harus belajar buat standarisai lagi!ARRRRGH!!!!!!
??? : sabar sabar,tarik nafas...
..... : haaaaaaaaa
??? : keluarkan...
..... : BROOOOOOOOT!!!
??? : *%&*%()%@!@$%??<”{+|_][=/. Hadoh!parah ya?*gila*.haaaaaaaaa,sekarang saya sedang ngefans sama intronya PIB alias Plug In Baby(skali lagi, INTRONYA.kalo lagunya biasa wae).tidak penting ya?ya sudahlah tidak apa apa.udah terlanjur nulis,eman” ngehapusnya :D Ya sudah...SEKIAAAAAAAAAAAAN Salam Makanan!!!(loh???O.o)
First, i wanna say something.Tuesday, 8th June 2010 is my birthday.but, nggak ada kejadian seru di hari itu.it isn’t a special day.yayay,jelas lebih seru taun lalu.apalagi taun kemarinnya lagi.amat sangat teramat seru sekali benget soooooo very very much.
XD
Sebenernya aku juga lupa apa serunya taun kemarin.yang jelas taun kemarinnya lagi(pas aku lulusan),sumpah,seru and special booook!A VERY SPECIAL BIRTHDAY FOR ME!wanna know why?i’ll tell the story!
Pada suatu hari,di sebuah istana waktu aku kelas 6(aku lupa udah pengumuman nem apa belum),di suatu sore pada tanggal 7 Juni 2010 semua anak” kelas 6 di sebuah SD yang sangat terkenal dan berada di di sebuah desa di sebuah kecamatan di sebuah kabupaten di sebuah kota pelajar(haah kesuwen) yang bernama SD Negeri Maguwoharjo I berkemah di sekolah untuk sebuah acara yaitu pelantikan presiden dan wakil presiden penggalang ramu(wesh,formal amat bahasanya).gilak,pas malem pelantikan aku lupa bawa topi(atau hasduk?)!akhirnya disuruh muterin lapangan berapa kali gituh.untung aja ada temenya :D (fuh!).nah, pas tengah malem(atau HAMPIR tengah malem ya?) kita ada acara......apa ya namanya?lupa saya.pokoknya kita semua pada suruh ngumpul di suatu tempat(di halaman gedung selatan sdku,lupa namya gedung apa.kayak buat kuliah gitu kayaknya,ada yang tau namanya apa?).terus kakak pembinanya cerita bla bla bla tentang ibu kita.semua HARUS*mekso* nangis.ada temenku toh yang nggak nangis, di di paksa nangis.dipukul” sampe nangis.mukulnya*kayaknya* keras euy!(S-A-D-I-S).*lanjuuut*
Habis itu kita di suruh merem alias tutup mata and digiring..
:D : yang “this is disco lazy time”(dengan niru gaya giring nidji)itu kan?asik dong ketemu artis!*bodoh
--“ : ini digiring dudul,bukan ketemu giring nidji !
:D : oh gitu ya?nggak jadi ketemu artis dong(dengan ekspresi sedih dan sangat polos sekali)
*lanjut!*
Ke lapangan per beberapa orang(sepuluh bukan?).nanti pegang pundaknya temen di depannya trus ikutin.yang paling depan ngikutin arah suara kakak pembinanya.terus kita dibarisin jejer-jejer.ada brapa pleton, gitu.itu puncak pelantikan.pelantikannya dengan cara disiram air(sedikit lho,nggak banyak-banyak.klebus nek banyak-,-).pas di siramnya kita masih di suruh merem.tapi aku rada ngintip sih..hoho(nggak cuma aku lho!)pas buka mata,di depan kita ada lilin di susun melingkar.baguuus banget(aaaaaa!kangen deh saat saat itu T^T).oh ya,sebelum pelantikan ini,ada ujian tertulis.ujiannya malem malem euy!mana susuah lagi-___- *lanjuuuut*
Habis pelantikan,kita di suruh ketenda masing” and of course,T-I-D-U-R.tapi kelompokku banyak yang pada belum ngantuk.kita pada asik ngapaiiin gitu.sampe sampe kita di marahin.
KP*kakak pembina*: ayo pada tidur,udah malem.
Me*bilang sama temen”: malem?pagi kalik –a(udah jam 2an lah)
aku lupa habis itu kami tidur apa tidak.yang jelas pada puncaknyaaa yang aku lupa jam berapa yang jelas belum ada jam 5(atau malah belum nyampe jam 4?),temen temen yang pada masih bangun pada berusaha ngerjain aku dengan cara memutungi saya(dan sangat keliatan sekali le ngapusi).of course,aku tau apa maksud mereka.karna mereka nggak berhasil ngerjain,mereka langsung said HAPPY BIRTHDAY to me(aku lupa bilangnya happy birthday apa met ultah atau apalah mboh).yeah,kita rame lagi deh dan dimarahin LAGI.tapi kalo kali ini kita langsung nurut aja(dari pada di marahin lagi,orang udah sampe diancem apa gitu).huaaah,paginya aku pulang dengan perasaan amat teramat sangat very heppy so much sekali!!!
TEMEN TEMEEEEEEEEEEEEEEEN!!!!!!AKU JADI KANGEN KALIAN LAGIIII!kapan reuni nih?????
XDXDXDXDXDXDXDXDXD
Back to 8 Juni 2010!sepi sekali ultahku.mana harus belajar buat standarisai lagi!ARRRRGH!!!!!!
??? : sabar sabar,tarik nafas...
..... : haaaaaaaaa
??? : keluarkan...
..... : BROOOOOOOOT!!!
??? : *%&*%()%@!@$%??<”{+|_][=/. Hadoh!parah ya?*gila*.haaaaaaaaa,sekarang saya sedang ngefans sama intronya PIB alias Plug In Baby(skali lagi, INTRONYA.kalo lagunya biasa wae).tidak penting ya?ya sudahlah tidak apa apa.udah terlanjur nulis,eman” ngehapusnya :D Ya sudah...SEKIAAAAAAAAAAAAN Salam Makanan!!!(loh???O.o)
Langganan:
Postingan (Atom)

